Sebuah perusahaan manufaktur suku cadang otomotif yang berbasis di Los Angeles, AS, menghadapi tantangan dengan biaya logistik internal, memperkenalkan robot penanganan perahu Fiy Reeman untuk mengoptimalkan proses pengiriman.
Tugas utama perusahaan adalah mengurangi biaya pengiriman internal. Dengan lebih dari 400 karyawan dan luas 6.000 meter persegi, pabrik sebelumnya menggunakan gerobak AGV berkapasitas kecil dan usang untuk mengangkut produk jadi dari lini produksi ke gudang. Rute pengiriman macet, tidak teratur, dan terkadang mengabaikan kehadiran personel, yang mengakibatkan insiden keselamatan. Sebaliknya, robot penanganan perahu fiy dapat beroperasi dengan aman di lingkungan yang dinamis, mendeteksi orang dan mesin, menghentikan atau melewati karyawan dan rintangan sesuai kebutuhan. Konfigurasi standar untuk robot perahu fiy mencakup kamera 3D dan LiDAR satu baris.
Setelah meninjau produk yang tersedia di pasaran, pabrik suku cadang otomotif ini memutuskan untuk mengadopsi robot penanganan perahu fiy Reeman. Pilihan robot perahu fiy adalah karena fitur kinerjanya, seperti kapasitas beban 300 kilogram, penghindaran rintangan otonom, navigasi elevator otonom, kontrol pintu otomatis, dan keamanan tinggi.
Setelah diperkenalkannya robot pengiriman, perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan dalam efisiensi produksi, peningkatan kecepatan pengiriman, dan siklus produksi yang lebih pendek. Selain itu, biaya tenaga kerja berkurang, dan risiko cedera diri selama proses persalinan diminimalkan.
Melalui solusi otomatisasi ini, perusahaan berhasil mengoptimalkan proses produksi suku cadang otomotif, meningkatkan daya saing dan efisiensi produksi. Kasus penggunaan mereka menunjukkan peran penting robot pengiriman dalam industri manufaktur modern, dan diharapkan lebih banyak perusahaan akan mengadopsi solusi otomatisasi serupa di masa depan.
